Kerja freelance itu enak sih, nggak ada bos yang ngawasin jam makan. Tapi justru di situ masalahnya. Deadline datang, klien chat tengah malam, dan tiba-tiba kamu sadar udah jam 3 sore tapi belum makan apa-apa selain kopi. Gue ngalami ini bertahun-tahun sampai akhirnya sadar: pesan-antar terus-terusan itu bukan cuma bikin boros, tapi bikin badan gue lemes dan mood kerja ancur.
Jadi gue bikin rencana masak seminggu yang simpel banget. Nggak ada meal prep estetik ala Instagram, nggak ada bahan eksotis yang harus diburu di supermarket premium. Ini versi realistis buat kita yang kerja sambil masak, bukan masak sambil kerja.
Baca Juga: dungcudanang.net
Baca juga: Warung Kecil: Masak Batch atau Masak Dadakan? Ini Pilihan Jujurnya
Kenapa Freelancer Justru Perlu Masak Sendiri
Dengar deh. Waktu kamu kerja dari rumah, dapur itu jaraknya cuma beberapa langkah. Tapi anehnya, justru karena deket, kita malah sering nggak masak. Alasannya klasik: "nanti aja kalau kerjaan udah kelar." Padahal kerjaan freelance nggak pernah kelar.
Masak sendiri buat freelancer itu bukan soal pamer skill atau hemat doang. Ini soal kontrol. Kamu tahu apa yang masuk ke badan kamu, kamu bisa atur porsi sesuai jam kerja yang berantakan, dan yang paling penting: masak itu jadi semacam jeda mental di antara dua deadline. Gue sering nemu ide tulisan justru pas lagi motong bawang, serius.
Masak bukan gangguan buat kerja. Masak itu istirahat yang produktif.
Aturan Main Sebelum Mulai: Simpel Itu Segalanya
Sebelum masuk ke menu, ada beberapa aturan yang gue pegang biar rencana ini nggak berantakan di hari ketiga.
- Maksimal 20 menit per masakan. Kalau lebih, skip. Kamu freelancer, bukan chef.
- Bahan yang dipakai harus bisa dipakai ulang. Jangan beli satu bungkus daun kemangi buat satu resep doang.
- Masak sekali, makan dua kali. Porsi sengaja dibikin lebih biar bisa disimpan buat makan berikutnya.
- Nggak ada resep yang butuh lebih dari 5 bahan utama. Titik.
Gue juga saranin kamu belanja sekali di awal minggu. Bukan belanja besar-besaran, cukup buat stok 4-5 hari. Sisanya tinggal beli sayur segar di tengah minggu kalau perlu. Ini lebih realistis daripada rencana belanja seminggu penuh yang ujungnya sayurnya busuk di kulkas.
Rencana 7 Hari: Menu yang Nggak Bikin Otak Lemot
Hari 1-2: Fondasi yang Bisa Dikembangkan
Mulai dari yang paling gampang. Hari pertama, masak nasi goreng kampung pakai bumbu dasar bawang merah, bawang putih, dan kecap. Sisakan bumbu dasarnya dalam wadah kecil. Bumbu ini bakal kepakai lagi besok.
Hari kedua, pakai sisa bumbu tadi buat tumis ayam kecap. Cukup potong ayam fillet, tumis dengan bumbu sisa, tambah kecap dan sedikit air. Masak 15 menit, selesai. Masak porsi dua kali lipat, simpan setengahnya buat besok siang.
Hari 3-4: Masuk Ritme
Hari ketiga, gue biasanya udah mulai males. Jadi menu hari ini harus super gampang: telur balado simple. Rebus telur, goreng sebentar, tumis dengan sambal bawang instan yang kamu bikin sendiri dari cabai dan bawang yang diulek kasar. Nggak perlu ribet, nggak perlu blender.
Hari keempat, waktunya masak yang agak "serius" tapi tetap cepat: sup ayam bening. Ini penyelamat karena bisa dimasak sambil kamu kerja. Cemplungin ayam, wortel, kentang, bawang putih geprek, garam. Biarin mendidih, kecilkan api, tinggalin 30 menit sambil kamu balas email. Sesekali cek aja.
Hari 5-7: Variasi Biar Nggak Bosan
Hari kelima, keluar dari zona nasi: mie goreng rumahan pakai mie telur, sawi, dan sosis. Cepat, murah, dan anak kos banget tapi tetap enak.
Hari keenam, pakai sisa ayam dari hari keempat buat ayam suwir pedas. Suwir ayam yang udah direbus, tumis dengan cabai, bawang, sedikit gula. Makan pakai nasi hangat atau buat isian roti bakar besok pagi.
Hari ketujuh, free day. Entah masak apa yang ada di kulkas atau pesan makanan. Nggak apa-apa. Rencana ini bukan penjara, dan kamu nggak harus jadi sempurna.
Tips dari Pengalaman Gue Sendiri
Ada beberapa hal yang gue pelajari dengan cara yang agak menyakitkan. Pertama, jangan beli bahan dalam jumlah banyak kalau belum yakin bakal dipakai. Gue pernah beli sekilo bawang putih karena "lebih murah", dan setengahnya tumbuh tunas di rak dapur.
Kedua, cuci dan potong sayur begitu pulang belanja. Ini kelihatan sepele tapi efeknya besar. Pas kamu lapar dan males, sayur yang udah bersih dan terpotong itu jauh lebih mungkin dimasak daripada sayur utuh yang masih ada tanahnya.
Ketiga, jangan terlalu ambisius di hari pertama. Banyak freelancer yang semangat bikin rencana menu seminggu penuh dengan resep rumit, terus hari kedua udah nyerah. Mulai dari yang paling gampang, biar momentumnya kebangun dulu.
Dan yang terakhir: masak itu keterampilan yang makin sering dipakai makin enak hasilnya. Awalnya mungkin nasi goreng kamu biasa aja. Tapi setelah seminggu, kamu bakal sadar tangan kamu udah lebih luwes, bumbu lebih pas, dan yang paling penting: kamu nggak panik lagi kalau buka kulkas dan isinya cuma telur dan bawang.
Freelancer itu kerja pakai otak dan energi. Dua-duanya butuh bahan bakar yang bener. Jadi ya, mulai minggu ini, coba deh sisihin 20 menit buat masak. Nggak usah muluk-muluk. Nasi goreng dulu juga nggak apa-apa.